3 Alat untuk Mengetahui Masa Subur Wanita

3 Alat untuk Mengetahui Masa Subur Wanita

Memiliki buah hati adalah impian semua pasangan yang telah menikah. Bagi Anda yang sedang merencanakan program kehamilan, mengetahui masa subur bisa membuat Anda dan pasangan lebih efektif dalam perencanaan.

Fungsi mengetahui masa subur

Sekitar 75% pasangan yang telah menikah akan hamil pada usia kurang lebih 6 bulan setelah pernikahan, sisanya akan hamil dalam kurun waktu sekitar 6-9 bulan.

Masa subur pada wanita terjadi ketika wanita mengalami ovulasi, yaitu proses lepasnya sel ovum pada tuba falopi. Saat terjadinya pelepasan sel ovum dan dibuahi oleh sel sperma, maka akan terjadi pembuahan yang menyebabkan kehamilan. Namun, jika tidak dibuahi maka akan terjadi menstruasi.

Dengan mengetahui masa subur pada wanita, maka Anda bisa merencanakan kehamilan secara tepat, ataupun Anda juga bisa mengatur kehamilan (KB) dengan menghindari pembuahan ketika masa subur terjadi.

Cara mengetahui masa subur

Ada beberapa cara untuk mengetahui masa subur pada wanita, di antaranya adalah dengan menggunakan ovutest, termometer basal, menggunakan kalender masa subur.

  1. Ovutest

Ovutest merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui kapan berlangsungnya masa subur pada wanita. Cara penggunaannya adalah dengan meneteskan urine pada bagian tertentu alat ovutest. Tunggu beberapa saat hingga terdapat tanda ataupun perubahan warna.

Ovutest bekerja dengan mendeteksi perubahan LH (Luteinizing Hormon) yang merupakan penanda wanita memasuki masa subur. Harga alat ovutest sekitar 22-42 ribu yang bisa Anda dapatkan di toko kesehatan atau apotek terdekat.

  1. Femometer

Selain mengukur kadar LH, Anda juga bisa mengetahui kapan terjadinya masa subur dengan mengukur Basal Body Temperature (BBT). Untuk mengetahui BBT, Anda perlu memiliki termometer basal atau femometer. Suhu basal dapat adalah suhu tubuh ketika bangun pada pagi hari, sebelum beranjak dari tempat tidur.

Cara penggunaannya adalah dengan mengukur suhu tubuh setiap hari selama dalam siklus menstruasi penuh, dari hari pertama menstruasi hingga pada hari pertama menstruasi berikutnya.

Suhu basal normal adalah sekitar 36,2 sampai 36,5 derajat Celcius. Namun, ketika terjadi ovulasi, maka akan terjadi peningkatan sekitar 0,5 sampai 1 derajat Celcius dari suhu biasanya.

  1. Kalender masa subur

Selanjutnya adalah dengan menggunakan kalender masa subur. Yang perlu Anda lakukan adalah menghitung siklus menstruasi, yaitu hari pertama menstruasi dalam satu bulan hingga hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya.

Sebagai contoh, hari pertama menstruasi adalah tanggal 5 Mei, dan selanjutnya adalah tanggal 1 Juni. Maka siklus menstruasi adalah 28 hari. Anda juga perlu menghitung siklus menstruasi terpendek dan siklus terpanjang apabila siklus menstruasi Anda tidak rutin.

Kalender masa subur tersedia secara online dan bisa Anda gunakan untuk menghitung masa subur wanita. Nantinya, Anda akan tahu pada tanggal berapa saja masa subur Anda terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *