Kesalahpahaman Yang Sering Terjadi, Mengenai Peraturan Kehutanan

Kesalahpahaman Yang Sering Terjadi, Mengenai Peraturan Kehutanan

Analisa batas hutan untuk perijinan dan dasar-dasar peraturan kehutanan, mungkin menjadi ilmu yang belum terlalu disorot di kalangan masyarakat. Sebagian orang menganggap bahwasanya pengetahuan tersebut hanya bisa didalami oleh mahasiswa kehutanan saja. Padahal sebenarnya, pengetahuan atau wawasan ini bisa dipelajari oleh semua kalangan. Ada kalanya, hal ini justru akan berguna di kemudian hari, terutama bagi anda yang berkecimpung di bidang pekerjaan pemeliharaan lingkungan/kenotariatan. 

Beberapa waktu belakangan ini, cukup marak kasus-kasus kehutanan yang terjadi. Mulai dari pemburuan illegal terhadap hewan-hewan yang dilindungi, pembakaran hutan, penebangan hutan, dan lain-lain, demi kepentingan pihak tertentu. Hal tersebut sangatlah tercela karena dapat merugikan banyak pihak, dan merusak ekosistem hutan itu sendiri. 

Pengetahuan mengenai analisa batas hutan untuk batas perijinan yang masih minim, seringkali membuat orang-orang awam enggan untuk andil bersuara, dan mereka yang paham namun tidak bertanggung jawab, bisa dengan mudah memanipulasi yang lain. Mungkin ketika mendengar kata analisa batas hutan, satu hal yang muncul di pikiran orang-orang adalah perihal pemetaan dan koordinat dari suatu wilayah.

Karena itulah, banyak orang yang enggan mempelajari tata batas hutan, karena mereka berpikir semua hanya terbatas perhitungan-perhitungan dengan kompleksitas yang tinggi saja. Padahal, ada banyak hal yang bisa dibedah dari hal tersebut. Secara resmi, peraturan mengenai kewilayahan hutan dituangkan dalam Panitia Tata Batasan Kawasan Hutan No. P.25/MENHUT-II/2014 yang telah dikeluarkan oleh Menteri kehutanan. 

Lebih Dekat Dengan Peraturan Analisa Batas Hutan

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwa peraturan kewilayahan dan pemeliharaan lingkungan hidup sudah dirincikan dalam Panitia Tata Batasan Kawasan Hutan No. P.25/MENHUT-II/2014, peraturan ini memang menitikberatkan perihal implementasi tugas, tata cara, pengambilan keputusan, dan bagaimana lembaga/staf menjalankan kegiatan operasional. 

Misalnya, perihal pembagian wilayah hutan, mulai dari pemeliharaan, keamanan, pemeriksaan rutin terhadap wilayah konservasi, dan sebagainya. Kemudian, status dari hutan itu sendiri, apakah sedang berada dalam keadaan baik, ataupun buruk. Juga siapa saja yang boleh memasuki wilayah; apakah hanya staf lembaga atau diperbolehkan bagi publik/masyarakat luas (seperti tempat wisata).

Selain peraturan tersebut, masih ada banyak jurnal terkait tata batas hutan yang telah dipublikasikan di internet. Jika anda tertarik untuk mempelajarinya, anda bisa langsung mengetikkan kata kunci analisa batas hutan di kolom mesin pencarian, dan anda akan menemukan beberapa jurnal ilmiah terkait.  

Demikianlah informasi yang bisa penulis berikan bagi para pembaca. Semoga, dengan edukasi yang semakin gencar disosialisasikan, masyarakat semakin sadar tentang esensi hutan sebagai paru-paru bumi, dan pentingnya memelihara hutan di tengah masa-masa climatechange seperti sekarang ini. Cintailah lingkungan kita, dimulai dari hal-hal yang kecil untuk memberikan dampak yang signifikan, sekalipun memerlukan waktu bertahap yang tidak instan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *